Al Qur'an, Allah, Hadits, Islam, Keutamaan Bulan Ramadhan, Manfaat Puasa, puasa, ramadhan, Rasulullah, Takwa, taqwa Indahnya Ramadhan: Kepompong Ramadhan
Powered by Blogger.

02 August 2009

Kepompong Ramadhan

Ditulis oleh KH. Abdullah Gymnastiar
ImageMari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita. Maka, jangan sampai disia-siakan.

Ahlan Wasahlan Yaa Ramadhan! Selamat datang wahai penghulu segala bulan. Bulan penuh barakah yang disucikan Allah. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan akan menjamu semua hamba yang beriman. Sedemikian dahsyatnya jamuan Allah, sampai-sampai siapa pun yang melewati Ramadhan ini dengan sebaik-sebaiknya, maka Allah akan menjamin keselamatannya dunia akhirat.

Seperti halnya anak kecil yang sangat gembira jika mendapat hadiah, maka demikian juga dengan kita. Pada bulan Ramadhan ini sungguh banyak "hadiah" yang telah Allah siapkan untuk kita, jika kita mampu meningkatkan mutu ibadah di bulan ini. Maka, alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan amal ibadah kita kepada Allah. Kita jadikan bulan ini sebagai sarana meraih derajat ketakwaan.

Pada bulan mulia ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-Nya dengan baik. Walaupun demikian, Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh serta .

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita. Jangan sampai disia-siakan. Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan, bulan training center yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membuat akhlak dan pribadi kita menjadi lebih indah. Ibarat sebuah kepompong, bulan Ramadhan ini harus menjadi sarana bagi kita untuk meningkatkan kualitas diri. Kita lihat kepompong, bermula dari ulat yang menjijikan, kemudian berproses dan akhirnya keluarlah kupu-kupu indah yang beterbangan kian kemari menambah indahnya sebuah taman.

Ramadhan merupakan sebuah kesempatan yang telah Allah berikan bagi kita untuk memperbaiki sikap dan perilaku kita. Jadi, gunakanlah Ramadhan kali ini secara efektif guna meningkatkan kualitas ibadah. Sebab kita tidak tahu kapan jatah kita akan berakhir. Waktu terus berlalu dan jatah dari hari ke hari semakin berkurang. Jangan sampai kita menjadi orang yang bodoh dengan menyia-nyiakan saat berharga di bulan mulia ini dengan melalaikan ibadah. Pantang bagi kita menyia-nyiakan perpindahan detik demi detik di bulan mulia ini tanpa amalan apapun. Ramadhan ini sungguh sangat berharga bagi kita sehingga kita harus memperhitungkan agar setiap ucapan, pikiran, dan perilaku kita menjadi amal saleh.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan amal ibadah. Segala aktivitas kita bisa benilai ibadah jika didasari niat yang benar dan caranya juga benar. Gunakan bulan Ramadhan ini sebagai sarana peningkatan kualitas keilmuan kita. Salah satu caranya, kita dapat membuat skala prioritas. Pertama, manajemen, waktu kita harus terkendali dengan baik sehingga semua kativitas kita dapat tererncana dan tidak mubadzir. Kedua, kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah. Misalnya saja shalat. Sebetulnya shalat khusyuk itu tidak susah, sebab yang susah adalah membulatkan tekad untuk khusyuk.

Pada sepuluh hari terakhir, kita upayakan untuk merenung dan menjerit kepada Allah memohon ampunan dengan melakukan itikaf. Demikian juga dengan sedekah, Allah menjamin akan melipatgandakan pahala dan rezeki bagi kita jika kita ikhlas dalam bersedekah. Tidak akan ada seorang pun yang menjadi miskin karena menikmati hidup ini dengan bersedekah.

Tentu saja kemampuan ekonomi di antara kita berbeda-beda. Namun harus dipahami, bahwa sedekah itu tidak diukur dari besar kecilnya, tapi optimalisasi yang kita lakukan. Yang paling penting kita harus meningkatkan kemampuan kita bersedekah dengan apapun yang ada pada diri kita. Mulailah dari yang paling murah dan meriah, yaitu senyum. Saya kira ini gratis. Mengapa kita tidak membahagiakan orang lain dengan senyuman yang tulus?

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan hidayah-Nya sehingga setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona. Amin. Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment