Al Qur'an, Allah, Hadits, Islam, Keutamaan Bulan Ramadhan, Manfaat Puasa, puasa, ramadhan, Rasulullah, Takwa, taqwa Indahnya Ramadhan
Powered by Blogger.

18 July 2013

Download tenuntimor.com Android App


DOWNLOAD APLIKASI ANROID TENUN TIMOR.COM DISINI

Download our new Android App: Check out our new Android App kain Tenun NTT. Get it here


17 July 2013

Tips Berpuasa Saat Hamil

Ibu hamil puasa tentunya memiliki efek dan pengaruh bagi janin. Namun puasa dapat dilakukan, bagi ibu yang tidak memiliki riwayat kehamilan buruk seperti pendarahan, keguguran dan penyakit lain yang membahayakan kehamilan. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan pada dokter ahli, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga dengan baik selama berpuasa.
 
Nah, berikut beberapa tips ibu hamil berpuasa agar tetap sehat dan bugar selama menjalankan aktivitas puasa, yaitu :
 
Saat sahur
Konsumsilah makanan dengan gizi yang seimbang dan sesuai takaran. Hindari untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana (gula), karena dapat merangsang produksi hormon insulin dalam tubuh. Hal ini akan membuat Anda menjadi lemas, pusing dan tidak bertenaga. Mengkonsumsi sayur dan nasi saat sahur menjadi menu yang baik untuk ibu hamil puasa. Selain itu, sebagai menu tambahan saat sayur, konsumsilah susu kedele dan buah-buah segar.


Saat berbuka
Sebelum mengkonsumsi makanan berat, seperti nasi dan lauknya ada baiknya Anda mengkonsumsi makanan manis terlebih dahulu, seperti 3 butir kurma, kolak, atau jus buah. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah, agar kondisi tubuh ibu hamil puasa dapat kembali bugar dan fit.

Saat malam sebelum tidur
Setelah melaksanakan sholat taraweh, Anda juga dapat mengkonsusmsi makanan ringan dan bergizi. Misalkan memenuhi kebutuhan dengan mengkonsumsi buah-buahan, sereal, roti, atau susu kedelai yang baik untuk menguatkan tubuh ibu hamil selama berpuasa.

Selain tips ibu hamil berpuasa di atas, Anda juga harus mengikuti beberapa tips berikut ini :
  • Luangkan waktu untuk beristirahat yang cukup di siang hari, agar Anda tidak merasa terlalu lelah saat berpuasa selama Ramadhan.
  • Mengkonsumsi vitamin juga dapat membuat tubuh ibu hamil puasa tetap sehat dan fit. Pastikan Anda mendapatkan vitamin atau suplemen dari dokter, karena dokter akan memberikan suplemen sesuai dengan usia janin.
  • Tetap melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai di sore hari sebelum berbuka puasa.
  • Cukupi kebutuhan cairan Anda, dengan mengkonsumsi air mineral yang cukup.



     

08 July 2013

Jadwal-puasa-dan-imsakiyah-2013

Jadwal Puasa dan Imsakiyah 2013 - Bulan suci Ramadhan 1434 akan segera tiba. Banyak media yang telah merilis berita bahwa hari pertama puasa 2013 akan berlangsung mulai tanggal 9 Juli mendatang. Meski demikian jadwal puasa dan Imsakiyah pada bulan Ramadhan kali ini masih menunggu hasil dari keputusan pemerintah.
jadwal imsakiyah 1434 Meski demikian organisasi masyarakat Islam, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1434 H akan jatuh pada hari Selasa Wage, 9 Juli 2013 Masehi, sementara untuk Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 8 Agustus 2013 Masehi di hari Kamis Wage. Dengan penetapan tersebut, maka seluruh warga Muhammadiyah akan memulai puasa pada tanggal 9 Juli 2013 mendatang.

Berbeda dengan Muhammadiyah, Nadhatul Ulama (NU) yang juga merupakan organisasi masyarakat Islam belum memberikan sikap sampai saat ini terkait dengan penetapan hari pertama puasa. Kemungkinan warga NU akan menetapkan hari pertama puasa sesuai dengan ketetapan yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia nantinya.

Tidak dapat dipungkiri bahwasannya sejauh ini belum ada kepastian resmi terkait dengan penetapan hari pertama puasa. Tetapi dari beberapa situs yang layak dipecaraya, seperti halnya situs PKPU telah merilis jadwal puasa dan imsakiyah 1434 atau 2013 tahun masehi. Melalui situs ini kita sudah dapat melihat jadwal puasa secara lengkap untuk seluruh kota besar di Indonesia, mulai dari jadwal puasa di Banda Aceh, jadwal puasa di Medan, Pekanbaru, Padang, Jakarta, Jambi, Yogyakarta, Bandung, hingga Surabaya.

27 August 2011

kata - kata Ucapan Lebaran

Ucapan lebaran



Fitrah sejati adalah mengakbarkan Allah…
dan Syariat-Nya di alam jiwa..
di dunia nyata, dalam segala gerak..
di sepanjang nafas dan langkah..
semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri
kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri
tumbar merico kecap asing
nyuwun ngapuro lahir lan batin

Hati bergetar kala mendengar kumandang takbir Akbar
Mengingatkan datangnya Hari Kemenangan
Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin

Sebait Kata Maaf Tuk Menghapus Salah & Khilaf Agar Hari Kita Bersih Seperti Terlahir Kembali… Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H Mina Aidin Walfaidzin ‘Mohon Maaf Lahir & Batin’

No body.. body perfect WiHout S!n
Nothink Day w!thout night
Mr. mAmat Selling News peaper
MEt lebaran aja yeee
mohon maaf lahir batin…

Mari lengkapi kemenangan dengan saling memaafkan
Selamat Idul Fitri
Mohon keikhlasan untuk memaafkan segala kesalahan
yang telah saya lakukan

Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati ..

SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati …

Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Met Idul Fitri …

Time 2 Share, Time 2 love, Time 2 pray, Time 2 forgive, Time

2 joy, Time 2 cheer, Time 2 gather, Time 2 back, Back 2

fitri

Eid… a time for joy, a time for togetherness,
a time to remember my blessings..
May Allah bless you

Takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang
menghantarkan gema hati tuk memohon ampunan kepadaNya
kepada sesama umatNya
tulus ikhlas dari lubuk sanubari yang terdalam
Selamat Idul Fitri Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan

Pertemuan hanya sarana, niat ikhlas yang utama. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.. Mugi2 kagayuh krenteging ati, karena zaman tak dapat dilawan, KEPERCAYAAN harus diperjuangkan

Satukan tangan satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi di hari kemenangan
Kita padukan keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Sepuluh jari tersusun rapi…
Bunga melati pengharum hati…
SMS dikirim pengganti diri…
Memohon maaf setulus hati…
Mohon maaf lahir dan batin, met idul fitri…

Teriring gema takbir memuji kebesaran Allah SWT
Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum…

02 August 2011

Baju Lebaran


Tahun ini, dunia mode busana muslim tampil dengan 'wajah' yang lebih meriah. Kali ini tren mengacu pada model busana tumpuk dengan warna-warna ceria serta motif yang atraktif.

Salah satu desainer busana muslim yang terkenal dengan koleksi busana muslim pestanya 'Irna La Perle', Irna Mutiara, menegaskan bahwa busana muslim tak lagi tampil dengan palet lembut. Menurutnya tren busana muslim di tahun 2011 tampil lebih berani dengan warna-warna terang.

"Kalau dulu saya banyak mengenakan warna-warna soft, kali ini saya mencoba warna-warna yang berani sesuai dengan tren tahun ini," ujar Irna saat diwawancara oleh wolipop.

Pengaplikasian palet terang juga terlihat dalam pagelaran busana Islamic Fashion Festival (IFF) ke-13 yang diadakan pada 25-26 Juni Lalu. Misalnya saja karya Paul Ropp dari Bali yang menghadirkan konsep padu padan dan teknik tumpuk. Selain itu, Paul juga memamerkan delapan set busana yang hadir dalam warna-warna terang motif floral dan dipercantik dengan bordiran serta manik-manik di atas kain tenun dan sutera.

Brand busana muslim Shafira yang baru saja menggelar peragaan busana untuk koleksi terbarunya yang bertajuk 'Beyond Border', juga menawarkan rangkaian koleksi penuh warna. Mulai dari warna fuschia, ungu, kuning, oranye hingga hijau. Semua tertuang di atas kain tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) , Kain tenun Timor.

untuk mendapatkan bahan dan kain tenun timor dengan aneka warna terang anda patut berkunjung ke salah satu toko online Tenun Timor yaitu www.tenuntimor.com.

Dalam koleksi terbarunya, Shafira jarang menampilkan terusan gamis dan tunik. Brand yang sudah memiliki 22 showroom di berbagai kota di Indonesia ini memberikan pilihan alternatif misalnya saja blus longgar asimetris, jaket tenun, dan kerudung rajut.

Memadukan busana berwarna terang dengan kerudung atau aksesori yang juga terang sudah bukan hal yang tabu lagi. Menurut Irna, hal tersebut adalah hal yang sah dan wajar. "Sekarang mau pakai kerudung warna merah, baju warna biru dan tas warna hijau, sudah tidak masalah. Sah-sah saja," terang wanita yang gemar mengenakan jilbab model tumpuk ini.

Menggunakan busana tabrak warna memang tak semudah yang dikira. Salah padu padan bisa membuat Anda tampak berlebihan. Ada beberapa peraturan yang perlu diketahui agar penampilan tetap proporsional dan bergaya.

24 July 2011

Awal Puasa 1 Agustus

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep meyakini, awal bulan puasa tahun ini akan bersamaan. Berdasarkan hisab, awal puasa tepat tanggal 1 Agustus.

Hal ini pun sesuai dengan Penetapan Awal Puasa 2011 ,1 Ramadhan 1432H  1 Agustus 2011 Versi Muhammadiyah.

 "Insya Allah tidak ada perbedaan untuk jatuhnya 1 Ramadhan, baik ahli hisab dari NU, Muhammadyah, maupun MUI sendiri," kata Ketua MUI Sumenep, KH. Syafraji, Jumat (22/07/11).

Hanya saja, lanjut Syafraji, untuk NU masih akan melakukan 'rukyatul hilal' atau melihat bulan seperti yang biasa dilakukan setiap tahun. "Kalaupun nanti misalnya ada perbedaan, saya berharap tidak dibesar-besarkan, apalagi sampai memecah belah umat Islam. Jangan sampai itu terjadi," ujarnya.

Syafraji menegaskan, pendapat-pendapat tentang penentuan awal Ramadhan itu sebenarnya hanya merupakan 'ikhbar'. "Jadi sebenarnya apabila nanti sudah ada keputusan Pemerintah yang mengumumkan jatuhnya 1 Ramadhan, ya kita harus mengikuti. Tidak ada lagi perbedaan," tandasnya.

Syafraji menambahkan, berdasarkan hisab, 1 Ramadhan akan jatuh pada tanggal 1 Agustus 2011. "Tapi finalnya, kita tetap harus menunggu keputusan dan pengumuman dari Pemerintah," pungkasnya

22 July 2011

Kartu Lebaran Terbaru







Kartu lebaran 2011

Kartu Ucapan Ramadhan 2011


Puasa Sebentar Lagi

Tidak terasa seminggu lagi ummat Islam akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Kalau tidak ada perbedaan, insya Allah minggu depan puasa dimulai. Ibadah puasa kali ini mungkin agak lebih berat sebab bulan Ramadhan jatuh pada musim kemarau, jadi siang hari akan terasa sangat panas. Di jazirah Arab saja saat ini warganya sudah berondong-bondong meninggalkan negerinya, berlibur entah kemana, sebab suhu pada siang hari di sana mencapai 40 hingga 60 derajat Celcius. Tetangga saya yang bekerja di Dubai sengaja mengambil cuti tiga bulan sejak awal Juli yang lalu dan pulang ke rumahnya di Bandung untuk menghindari musim panas yang kering dan berdebu di Dubai, sekalian menjalankan ibadah puasa dan Hari Raya Idul Fitrinya di sini. Meskipun di Bandung juga sudah mulai gerah dan panas, tetapi suhunya tidak setinggi di Jakarta, apalagi di Dubai.
Puasa masih seminggu lagi, tetapi orang-orang sudah memikirkan penghujungnya, yaitu lebaran. Bagi perantau seperti saya, apalagi yang diburu dan dicari kalau bukan tiket. Tiket kereta api saja sudah mulai dipesan perantau dari Jawa, sepertinya akan habis terjual sebelum puasa dimulai. Tiket pesawat ke Padang? Ampuunn, harganya sudah selangit, sudah mencapai 1,3 juta per orang, padahal biasanya hanya 400 hingga 600 ribu saja. Masih mikir-mikir, pulang nggak, pulang nggak .
Lupakan dulu soal lebaran, soal tiket, dan soal lainnya, yang utama adalah puasa itu. Bulan Ramadhan bagaikan pesantren kilat dimana sebulan itu kita dianjurkan memperbanyak amalan ibadah dan amal kebajikan, seperti tadarus Alquran, berinfaq dan berzakat, memberi makan orang yang berbuka puasa, shalat malam, saling berbagi dan sederet amal kebajikan lainnya. Merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan ini tanpa meningkatkan amal ibadahnya dan memperbanyak tabungan akhiratnya dengan pahala. Hidup ini hanya sebentar, belum tentu tahun depan kita bertemu lagi dengan bulan yang mulia ini.
Bagaikan santri yang sesudah mengikuti pesantren, maka selepas pesantren dia diharapkan mengamalkan ilmunya dan mempertahankan tradisi agama yang sudah dilakukannya selama nyantri. Begitu pula bulan Ramadhan yang saya sebut pesantren kilat itu, diharapkan selepas Ramadhan orang-orang mempertahankan amalan dan kebiasaan baik yang sudah dilakukannya selama satu bulan. Yang biasa tadarus pada malam-malam Ramadhan, maka kebiasaan itu diteruskan meskipun bukan bulan puasa lagi. Yang rajin bersedekah dan berbagi selama Ramadhan, maka kebiasaan itu juga berlanjut sesudah bulan suci. Yang terbiasa menutup aurat dan tidak berkata kotor selama bulan puasa, maka sesudah Ramadhan tetap menutup aurat dan berbicara yang baik (jangan seperti kaum artis yang tampil sopan dan berkerudung selama bulan Ramadhan, tetapi setelah Ramadhan kembali pamer aurat dan berlaku hedonis).

Allah SWT memang Maha Baik. Dia ciptakan waktu selama 12 bulan, selama 11 bulan manusia larut dengan urusan duniawi, tetapi Dia sediakan satu bulan khusus untuk mesantren guna memperbanyak amalan ibadah. Dia sediakan satu bulan itu bagi manusia untuk memohon ampunan-Nya, membakar dosa-dosa, dan memperhatikan kaum sesama. Kelak ketika fajar menyingsing pada tanggal 1 Syawal, manusia kembali fitrah seperti bayi yang tidak berdosa, manusia terlahir kambali sebagai seorang hamba yang bersih dan taat kepada-Nya.

Marhaban ya Ramadhan, bulan yang dirindukan oleh Ummat Islam. Kedatangannya disambut bagaikan tamu agung. Banyak orang memohon maaf kepada orang lain ketika menyambut Ramdahan, memohon maaf jika selama 11 bulan terdahulu dia pernah melakukan kesalahan, baik lisan maupun tulisan yang menyakiti perasaan. Semuanya karena niat ingin memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih. Mohon kerilaan maaf jika ada kata yang salah, ucapan yang tidak pantas, dan laku yang tidak elok.

05 July 2011

Kartu Ucapan Lebaran 2011


Mudik Gratis 2011 yang ada pada suasana lebaran, tapi Kartu Lebaran masih menjadi suatu hal yang bisa menambah keindahan suasana lebaran, mungkin setelah teknologi menjadi modern banyak orang melupakan Kartu Lebaran untuk menyampaikan kata-kata Lebaran, karena memang dengan SMS semua bisa dilakukan. Tapi Kartu Lebaran masih juga menjadi sarana yang pas Menjelang lebaran salah satu Kantor Pos Besar yang ada di Jalan Kebon Rojo Surabaya menyiapkan 50 ribu kartu ucapan lebaran gratis bagi masyarakat. Pembagian kartu ucapan gratis ini dimulai sejak ramadan memasuki minggu kedua. 
Seperti tahun lalu, tahun ini kita kembali siapkan kartu ucapan gratis bagi masyarakat. Dan masyarakat bisa mengambilnya saat jam kerja, meski ada kartu ucapan gratis, namun minat masyarakat masih terpantau normal. Dia memprediksi lonjakan permintaan terjadi seminggu menjelang lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan itu, kata dia, pihaknya akan menambah 6 loket dari 12 loket yang sudah tersedia. Untuk tahun ini, kartu lebaran yang di sediakan oleh kantor pos ada peningkatan jumlah kartu ucapan gratis tahun ini. Peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini disebabakan ada permintaan dari beberapa perusahaan relasi kantor pos mencapai 20 persen dari kartu yang disediakan. 





Kartu Ucapan Lebaran 2011


 


 
  


  

03 July 2011

Persiapan Puasa 2011

Mungkin salah satu pekerjaan yang paling tidak disukai bagi sebagian orang adalah bangun dari tidur yang nyenyak, apalagi pas waktu sahur di bulan puasa. Jika anda termasuk salah satunya, anda tak perlu cemas dengan penyakit seperti ini, karena dalam bulan puasa yang sebentar lagi kita jelang, anda akan dilatih untuk bangun dari tidur yang nyenyak untuk melakukan ibadah sahur, paling tidak sebanyak 30 kali.
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat termasuk di dalamnya teknologi untuk ingat-mengikatkan atau bangun-membangunkan atau lazim disebut "alarm", ternyata juga sudah maju dengan pesatnya. Nah, bagi anda yang tadi termasuk punya penyakit malas bangun, sebaiknya anda memiliki alat bantu alarm agar anda bisa terjaga di malam hari dan selanjutnya bisa melaksanakan ibadah sahur. Alarm yang direkomendasikan untuk anda adalah Alarm Granat yang diciptakan untuk para pemalas level medium, yaitu alarm yang baru akan mati! jika dibanting ke tembok dengan keras. Terbuat dari bahan vinyl yang empuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jadi anda tiap kali terbangun bisa saja melempar alarm itu ke dinding atau ke poster boss anda. Selain dalam bentuk granat, tersedia juga dalam bentuk bola sepak dan bola softball. Dikatakan alarm ini diperuntukkan bagi pemalas level medium, karena pemalas yang sudah masuk level tinggi dia tidak punya keinginan untuk mematikan alarm yang berbunyi sekalipun... ....

17 May 2011

Kemenangan Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن
يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران : 102)
Kaum muslimin rahimakumullah..
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan...
Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw." (QS. Al-Ahzab : 56)
Kaum Muslimin rahimakumullah..
Sebagaimana kita maklumi bahwa kebersihan hati dan kesucian jiwa adalah modal utama untuk mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Ta`ala baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا [الشمس/9]
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu."
Sebaliknya ketika hati dikuasai oleh hawa nafsu duniawi dan syahwat hewani maka hati itu akan menjadi sakit, kotor, keras, keruh dan bahkan bisa mati. Dengan demikian perlahan tapi pasti ia akan menjerumuskan pemiliknya ke kubangan kehinaan dan kerendahan serta membelokkannya dari tujuan hidup yang benar sehingga terperosok ke dalam jurang kerugian dunia dan akhirat. Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman :
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا [الشمس/10]
"Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."
Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan hamba-hamba-Nya melakukan ibadah shaum (memenej syahwat) sebagai sarana melatih diri mengendalikan syahwat baik perut atau kemaluan, ketenaran, kebanggaan pada pangkat, jabatan dan fasilitas duniawi lainnya dan berbagai syahwat lainnya. Ibadah Ramadhan juga bertujuan untuk membersihkan hati dan jiwa serta untuk mengantarkan seorang hamba ke puncak kemuliaan disisi Allah yaitu pribadi yang bertaqwa yang dekat dengan Allah, di manapun ia berada dan apapun profesinya. Allah Ta`ala berfirman ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون [البقرة/183]
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
Umat Islam khususnya di zaman Rasulullah dan sampai sekitar 13 abad setelahnya sangat memahami esensi bulan Ramadhan. Di antaranya sebagai media pendidikan jihad melawan syahwat duniawi dan sekaligus jihad fi sabilillah. Sebab itu, sepanjang sejarah umat yang sudah lebih 14 abad ini, banyak peristiwa kemenangan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh-musuh mereka yang terjadi pada bulan yang mulia ini yakni bulan Ramadhan, di antaranya adalah :
1. Perang Badar Kubra yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 hijrah. Perang ini dianggap sebagai perang terbesar dan kemenangan terbesar yang diraih kaum Muslimin sejak kemenangan tentara Thalut atas tentara kafirin Jalut beberapa abad sebelumnya. Menariknya, menurut sebuah riwayat, jumlah personil tentara Thalut sama dengan mujahidin yang terjun dalam peristiwa perang Badar Kubra yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam, yakni sekitar 315 personil Mujahidin.
Allah mengabadikan peristiwa kemenangan bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh kaum Muslimin sepanjang masa ini dalam ayat-ayat suci alqur`an. Di antaranya :
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آَمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [الأنفال/41]
"Dan ketahuilah, Sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, Maka Sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, Kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan binussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Yang dimaksud dengan hari Furqaan ialah hari pemisah antara kubu iman dan kubu kekufuran dan sekaligus benturan antara kubu keimanan dan kubu kekufuran. Dalam peristiwa besar tersebut Allah membuktikan kekuasaan-Nya dengan memenangkan pasukan Islam dan mengalahkan orang kafir. Pada hari itu Allah menegaskan bahwa antara al-haq dengan al-bathil tidak akan bercampur lagi untuk selama-lamanya. Jika kubu kekufuran masih tetap saja melakukan kezaliman di muka bumi, khususnya terhadap kaum Muslimin, maka pertemuan di medan tempur sulit untuk dihindarkan. Hari Furqan adalah hari dimana Allah menegaskan bahwa al-haq itu pasti menang atas al-bathil selama kubu al-haq itu beriman kepada-Nya dengan benar.
Hari Furqan itu terjadi di wilayah Badar pada hari Jum'at 17 Ramadhan tahun ke 2 hijrah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Qur’anul Kariem pada malam 17 Ramadhan saat Rasul Saw berada di gua Hira’ sekitar 15 tahun sebelumnya. Sebab itu, kemenangan kaum Muslimin pada perang badar Kubra disebut sebagai awal kemenangan ideology Islam atas ideology kekufuran dan kemusyrikan dalam sejarah Islam.
2. Fathu Makkah yang terjadi pada tahun ke 8 hijrah. Fathu Makkah merupakan sebuah kemenangan besar ajaran tauhid dengan semua sistem syari’atnya atas ideology, keyakinan dan sistem hidup jahiliyah yang dipenuhi kekufuran, kemusyrikan dan kezaliman. Indikator kongkritnya adalah masuknya manusia dengan berbondong-bondong ke dalam Islam. Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa Fathu Makkah adalah bukti tegaknya syariat Allah di muka bumi. Tidak ada lagi syari’at lain di negeri-negeri Islam dan masyarakat Islam selain syari’at Rabbul ‘Alamin. Semua sistem jahiliyah baik yang diciptakan sendiri maupun peninggalan nenek moyang hancur berkeping-keping di hadapan syari’at Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. Inilah kemenangan total dakwah Islam yang sebenarnya. Kemenangan dakwah Islam yang tidak seperti kemenangan pada Fathu Makkah adalah kemenangan semu, juz-iyyah (parsial) dan bahkan bisa juga kemenangan tipu-tipuan.
Allah mencatatkan peristiwa ini dalam kitab-Nya yang abadi ketika Dia berfirman :
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3 [النصر/1-3]
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat."
Dalam surah An-Nashr ini, Allah menjelaskan kemenangan da`wah Islam dengan indikasi yang sangat jelas yaitu masuk Islamnya manusia dengan berduyun-duyun dan diterimanya ajaran Islam sebagai manhajul hayah atau the way of life. Atau dengan kata lain, kemenangan Islam itu ditandai oleh tegaknya aturan dan syari’at Allah di muka bumi yang dihuni kaum Muslimin. Sedangkan pemimpinnya adalah orang yang paling tinggi taqwanya pada Allah. Bukanlah bisa disebut kemenangan dakwah Islam kalau tidak atau belum mengindikasikan hal-hal di atas. Karena, kemenangan itu bukanlah ketika orang beramai-ramai makin jauh dari nilai-nilai Islam, malu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan perjuangan dan malu meninggikan syiar dan ajaran Allah Ta`ala. Orang-orang seperti ini bukanlah orang yang sedang memperjuangkan Islam dan dakwah Islam, melainkan berjuang untuk kepentingan duniawi dengan berbalutkan Islam dan dakwah Islam.
3. Ma`rakah [perang] Ain Jalut yang terjadi pada tanggal 24 bulan Ramadhan tahun 658 hijrah.
Pada peperangan ini kaum Muslimin di bawah pimpinan seorang amir /pemimpin yang shalih; Al-Muzhaffar Qutz berhasil menghancurkan pasukan Tartar di sebuah lembah di Negri Palestina yang dikenal dengan nama Ain Jalut..
Ada peristiwa yang sangat menarik dari Ma`rakah [perang] Ain Jalut yang dicatat oleh sejarah dengan tinta emas. Pada saat Al-Muzhaffar Qutz melihat moral tentara kaum Muslimin menurun akibat pukulan dan serangan yang luar biasa dari pasukan Tartar yang dikenal sangat tangguh dan ganas itu, Al-Muzhaffar Qutz dengan cerdas menciptakan yel-yel atau syi’ar yang akan mengingatkan para prajuritnya bahwa mereka bukanlah sedang mengejar harta dan kedudukan, dan bukan pula sedang membela sejengkal tanah atas dasar nasionalisme. Akan tetapi, mereka sedang meperjuangkan Islam yang sudah diinjak-injak kesuciannya oleh pasukan Tartar sejak mereka memasuki kawasan Islam, khsusnya setelah mereka berhasil menaklukkan Baghdad sebagai ibu kota negera Islam. Lalu Al-Muzhafar memilih kata "wa Islamah" yang berarti “Duhai Islamku”
Sebagai pemimpin dan sekaligus panglima Mujahidin, Al-Muzhaffar Qutz bukan hanya mengeluarkan syi’ar dan yel-yel itu dari atas menara dan gedung tinggi dan membiarkan prajuritnya bertempur mati-matian atas dasar perintah dari al-qiyadah al-‘ulya (pemimpin tertinggi). Akan tetapi, ia maju ke baris terdepan setelah kuda yang Beliau tunggangi jatuh terkena anak panah musuh. Dengan keyakinan yang kuat pada Allah, Beliau berjalan sambil bertempur mengahadapi musuh yang ada di hadapnya satu persatu. Melihat sang pemimpin bertindak seperti itu para perajuritnya mengatakan : " janganlah anda membahayakan diri dengan berbuat seperti itu, kalau anda mati bagaimana dengan Islam? Ini kuda kami, silahkan anda tunggangi"
Mendengar tawaran yang logis itu, Al-Muzhaffar Qutz berkata :" Saya sedang mencium aroma syurga, mengapa harus saya berlambat-lambat menujunya? Islam itu memiliki Pelindung yang akan senantiasa menjaganya dan sungguh telah terbunuh si fulan dan sifulan..Telah meninggal Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Namun, Allah tetap menegakkan dan memelihara agama-Nya dengan orang lain sepeninggalan mereka".
Inilah keteladanan seorang pemimpin sejati dalam sejarah Islam. Tidak silau dengan berbagai fasilitas duniawi, kapanpun dan di manapun. Di bawah pemimpin seperti inilah prajurit kaum Muslimin mampu mengalahkan dan menghancurkan pasukan Tartar dalam Ma`rakah Ain Jalut yang sangat terkenal itu dan dikenang sepanjang sejarah umat Islam dan tercium harumnya semerbak sampai akhir zaman.
Kaum Muslimin Rahimakumullah..
Semua kemenangan dan pertolongan Allah atas kaum Muslimin dalam sepanjang sejarah Islam yang lebih 14 abad itu tidaklah datang tanpa sebab dan tidak pula turun sim salabim. Harus ada upaya yang dilakukan dengan mewujudkan sebab-sebab diturunkannya pertolongan dan kemenangan tersebut. Sejarah Islam itu panjang, lebih dari 14 abad, bukan dari tahun 80-an... Sepanjang sejarah Islam kita menemukan sebab-sebab kemenangan dan pertolongan Allah itu datang. Di antaranya :
1. Kekuatan iman kepada Allah. Allah berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ [الحجرات/15]
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar."
Iman telah menciptakan banyak keajaiban. Para Shahabat Rasulullah saw memenuhi hati mereka dengan iman dan merasakan betul lezatnya keimanan itu. Dengan kekuatan iman kepada Allah Rabbul `Alamin jalan ladang da`wah yang terjal terasa menjadi mulus dan yang sulit terasa mudah. Karena iman dan pengenalannya yang benar tehadap Penciptanya maka seorang Mu`min tidak mengenal putus asa. Dengan iman ia tidak pernah dilemahkan oleh gelombang fitnah dunia, harta dan jabatan. Dengan iman ia tegar laksana batu karang. Itulah yang sudah ditunjukkan oleh para Shahabat yang mulia Bilal bin Rabah, Khabbab bin Arts, keluarga Yasir, Khubaib bin Adi dan banyak lagi Shahabat yang lain Ridhwanullahi `alaihim.
Karena keimanan itulah Allah menurunkan banyak pertolongan dan kemenangan kepada mereka atas musuh-musuh mereka sebagaimana Allah berjanji dalam kitab-Nya yang mulia :
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ [غافر/51]
"Sesungguhnya Kami pasti menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)."
Karena itu sudah sepatutnya kita mengharap petunjuk Allah, beriman kepadaNya dengan keimanan yang benar sehingga kita bisa merasakan kenikmatannya yang akan mengangkat kita ke maqam yang tinggi dan mulia..
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [آل عمران/139]
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
Benarlah Rasulullah saw saat Beliau bersabda : "Ada 3 hal yang apabila dimiliki oleh seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; jika Allah dan RasulNya lebih dicintai dari pada yang lain, jika ia mencintai seseorang semata-mata karena Allah dan ia membenci kekufuran sebagaimana ia benci jika dilemparkan kedalam api"
2. Adanya keteladanan yang baik [qudwah hasanah] dari seorang pemimpin
Allah Ta`ala telah menjadikan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam sebagai pemimpin umat manusia, memerintahkan Beliau untuk menjadi teladan bagi mereka dalam semua segi kehidupan. Sebab itu, Allah juga memerintahkan kaum Muslimin untuk meneladani Beliau.
Kemenangan dan kejayaan yang diperoleh kaum Muslimin sepanjang sejarahnya sangat ditentukan oleh keteladanan yang diperlihatkan oleh para pemimpin mereka, baik keteladanan dalam ibadah, keteladanan dalam akhlaq dan prilaku, keteladanan dalam zuhud dan wara` terhadap dunia, keteladaan dalam jihad dan pengorbanan, keteladanan dalam memegang teguh prinsip, keteladanan dalam sifat sabar dan pemaaf dan keteladanan dalam bentuk yang lain.
Inilah yang diperlihatkan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhum sepeninggalan Rasul saw. Keteladanan itu pula kemudian yang diperlihatkan oleh Umar bin Abdil Aziz, Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Muzhaffar Qutz, Muhammad Al-Fatih. Demikian pula yang diperlihatkan oleh para pemimpin di masa kini seperti Imam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, Mustafa As-Siba`i, Syaikh Abdullah `Azzam, Syekh Ahmad Yasin dan tokoh-tokoh lain yang menjadi teladan kebanggaan umat dan pemuda Islam saat ini. Dengan keteladanan itulah umat bangkit, panji-panji Islam menjulang di seluruh pelosok negeri, izzah Islam dan kaum Muslimin tegak, pertolongan dan bantuan Allah turun kepada mereka
Salah satu contoh keteladanan seorang pemimpin adalah apa yang diperlihatkan oleh Imam Hasan Al-Banna Rahimahullah :
Suatu hari utusan dari Kedubes Inggris datang berkunjung ke Markaz Ikhwanul Muslimin untuk bertemu degan Imam Hasan Al-Banna Rahimahullah. Utusan itu berkata kepada Beliau: "Pemerintah Inggris mempunyai program untuk membantu organisasi keagamaan dan juga masyarakat dan salah satu yang terpilih untuk mendapatkan bantuan itu adalah organisasi Tuan...Kami akan memberikan bantuan tidak mengikat, ini cek sejumalah 10.000 pound utk membantu jamaah Ikhwanul Muslimin"
Mendengar tawaran itu, Imam Al-Banna-pun tersenyum sambil berkata: "Sesungguhnya kalian lebih membutuhkan uang itu dari pada kami, karena kalian sedang berperang"
Karena tawaran itu ditolak, utusan Inggris tersebut menambahkan jumlahnya, namun Imam Al-Banna tetap menolaknya. Sebagian anggota jamaah ada yang heran dan saling berbisik: "Kenapa kita tidak menerima uang itu? lalu kita gunakan untuk melawan mereka"
Lalu Imam Al-Banna menjelaskan: "Sesungguhnya tangan yang sudah terbuka tidak mungkin lagi ditutup, tangan yang sudah menerima bantuan tidak akan mampu lagi memukul, kita akan berjihad dengan harta dan jiwa kita sendiri, bukan dengan harta dan jiwa orang lain..
3. Cinta jihad dan mati syahid.
Jihad adalah amal yang paling utama di sisi Allah. Ia adalah puncak ajaran Islam [zarwatu sanamil Islam]. Allah memberi pujian kepada para Mujahid dengan pujian yang tinggi dan menjanjikan kepada mereka balasan yang melimpah di syurga. Di sana terdapat sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan sesuatu yang belum pernah terlintas dalam benak manusia. Kaum Muslimin disepanjang sejarah mereka bersepakat bahwa jihad adalah amal yang di syariatkan Allah sampai hari kiamat dan dipraktekkan oleh para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ittabi’in dan siapa saja setelah mereka yang mendapat hidayah. Dengan amal jihad ini kaum Muslimin menegakkan syariat Allah, menegakkan keadilan, membela kehormatan agama, tanah air dan diri mereka serta mengangkat kezaliman yang menimpa umat manusia.
Karena itu mereka selalu merespon panggilan Allah dan RasulNya untuk berjihad. Dengannya kehormatan dibangun untuk menggantikan kehinaan, kekuatan ditegakkan untuk menggantikan kelemahan, keadilan ditegakkan untuk menggatikan kezaliman.
Kaum Muslimin juga memahami tidak ada kematian yang lebih mulia dibanding orang yang mati syahid, seperti yang dijelaskan Allah :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ [آل عمران/169]
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki."
Dalam sebuah peperangan, Rasulullah berkata kepada para Shahabatnya: "Bangkitlah kalian menuju syurga yang luasnya seluas langit dan bumi". Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi?" tanya Umair bin Hammam Al-Anshari ra. "Ya" jawab Rasulullah. "kalau begitu bagus, bagus.." sahut Umair.
"Mengapa kau katakan bagus, bagus.." tanya Rasulullah. "Ya Rasulallah, aku ingin menjadi penghuninya". "Engkau salah satu penghuninya," Jawab Rasulullah. Mendengar jawaban itu, seketika itu juga ia mengambil korma dalarn kantongnya yang hendak ia makan. Kemudian ia berkata: "Kalau aku habiskan korma ini, betapa lamanya aku hidup," katanya. Kemudian ia lemparkan korma itu lalu terjun ke medan jihad dan Umair-pun meraih syahid-nya
Shahabat Anas bin Malik ra berkata: " Abu Thalhah ra membaca surah Baro`ah, ketika sampai ayat :
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُون َ (التوبة/41)
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
Setelah itu ia berkata: "Menurutku, Allah memerintahkan kita untuk berangkat ke medan jihad, baik pemuda maupun orang tua. Wahai anak-ku! Persiapkan bekal-ku untuk berangkat berjihad.." Anak-anakny berkata: "Semoga Allah merahmati ayah. Ayah telah ikut berperang bersama Rasulullah saw hingga akhir hayat Beliau, bersama Umar hingga akhir hayat Beliau.. Ayah..Biarlah kami yang berangkat sementara ayah tinggal di rumah" Abu Thalhah berkata: "Tidak, siapkan perbekalan ayah untuk berangkat"..
Maka Shahabat Rasulullah yang mulia inipun berangkat dan bertempur di lautan, ia meninggal ditengah laut dan para mujahidin baru menemukan pulau untuk menguburkan jenazahnya setelah tujuh hari, selama tujuh hari itu jenazah Abu Thalhah tidak berubah dan tidak membusuk..
4. Mencintai negeri Akhirat
تِلْكَ الدَّارُ الْآَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ [القصص/83]
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa."
Imam Ali bin Abi Thalib ra berkata : " Wahai dunia, perdayalah orang selain aku, wahai dunia, aku menjatuhkan thalaq tiga kepadamu. Setelah itu Beliau membaca ayat diatas [Al-Qashash : 83]
Kenapa generasi Islam terdahulu berhasil menthalak tiga dunia dan di mata, pikiran dan hati mereka ingin cepat-cepat kembali kepada kampung akhirat? Sejarah mengajarkan pada kita bahwa interaksi mereka dengan Al-Qur`an dan dengan sunnah Rasulullah saw adalah kunci rahasianya. Berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul secara baik dan maksimal telah memberikan pemahaman kepada mereka bahwa dunia ini adalah tempat tinggal sementara, tempat ujian dan cobaan dan pada hakikatnya dunia ini adalah ladang Akhirat, Setiap kita menanam kebaikan hari ini untuk memetiknya esok di hari akhirat, bukan di dunia ini juga. Hidup kita ini adalah untuk akhirat, bukan untuk kehidupan dunia itu sendiri. Allah menjelaskan :
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ [ الملك 2]
"Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan agar Dia mengujimu siapa dari kamu yang paling baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha pengampun."
Para Shahabat sangat memahami hal tersebut. Oleh karenanya mereka berjuang keras membuang jauh-jauh dunia dari hati mereka meski mereka memiliki harta dunia yang memenuhi bumi.
Abu Bakar ra pernah membawa seluruh hartanya sebagai bekal prajurit dalam jihad fi sabilillah. ketika Nabi saw bertanya: “Apa yang engkau sisakan bagi keluargamu?” Abu Bakar menjawab: ”Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya”
Khalifah Umar ra mengunjungi rumah gubernurnya Abu Ubaidah binul Jarrah ra di Syam. Khalifah hanya melihat pedang, perisai dan tombak di rumahnya.
Ketika Rasul saw memobilisasi dana untuk operasi militer, Abdurrahman bin Auf ra pulang ke rumahnya dan segera kembali, kemudian ia berkata: “Ya Rasulallah, saya mempunyai uang 4.000 dinar, 2.000 aku pinjamkan kepada Allah, 2.000 aku tinggalkan untuk keluargaku”
Rasul saw berkata: ”Semoga Allah memberkahi yang kamu berikan dan memberkahi apa yang kamu sisakan“
Kaum Muslimin Rahimakumullah..
Pesan dari kisah tersebut adalah ketika para Shahabat membebaskan diri dari kekuasaan dunia dengan segala daya tariknya dan mereka hanya tunduk, patuh, dan menyerahkan dirinya kepada Allah, mencintai negeri akhirat, maka Allah berkenan memuliakan mereka, menolong dan membantu mereka atas musuh-musuhnya.
Kalau kita ingin meraih apa yang telah dicapai para Shahabat, syaratnya adalah kita harus membuang cinta dunia dari dalam hati kita sejauh-jauhnya, meskipun kita memiliki dunia sebanyak hamparan padang pasir, kemudian kita bangun orientasi semua aktifitas kita untuk kepentingan akhirat saja.
5. Bersungguh-sungguh menolong agama Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ [محمد/7]
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Rasulullah SAW bersabda :
تكـفـّلَ الله لمن جاهد فى سبيله لا يخرجه من بيته إلا الجهاد فى سبيله و تـَصْدِيقُ كلمتِه أن يدخله الجنة أو يَرُدّ َه إلى مسكنه بما نَالَ من أجرٍ أو غنيمةٍ [ الشيخان]
"Allah menjamin seseorang yang berjihad fii sabilillah yang keluar rumahnya tidak lain hanya bertujuan untuk berjihad dan untuk membuktikan kebenaran janjiNya bahwa Allah akan memasukkannya ke dalam syurga atau mengembalikan ia ke rumahnya yang telah ditinggalkannya dengan membawa pahala atau ghanimah yang ia peroleh"
Bersungguh-sungguh membela agama Allah adalah salah satu akhlaq para Shahabat yang menyebabkan mereka mendapatkan bantuan dan pertolongan Allah. Para Shahabat mendengar sendiri Firman Allah dan sabda Rasul-Nya dan melihat langsung praktek Rasulullah tentang hal ini, seperti yang ditegaskan Allah dan Rasul-Nya dalam ayat dan hadits di atas.
Mereka menyaksikan Rasulullah secara nyata mengamalkan perintah Allah ini. Aktifitas inilah yang sangat menyibukkan Beliau siang dan malam, susah dan senang, di saat safar atau di rumah, kapan dan dimanapun. Karena itu para Shahabatpun bergerak menjalankan kewajiban ini, mereka curahkan seluruh perhatian untuk membela agama Allah, mereka mencintainya, menyibukkan diri dengannya dan menjadi pembicaraan mereka disaat bangun serta mimpi mereka disaat tidur..
Inilah salah satu gambaran kesungguhan mereka membela agama Allah, mereka datang jauh dari Madinah ke Mesir untuk menda`wahkan Islam di benua hitam tersebut. Adalah Shahabat Amru binul Ash datang ke Mesir untuk menda`wahkan Islam kepada penduduknya, menyelamatkan mereka dari jilatan api neraka dan meninggikan kalimat tauhid La Ilaha Illallah.
Penguasa Mesir dari bangsa Romawi yg berkuasa saat itu bernama Muqauqis. Dia menyadari betul bahwa pertempuran dengan kaum Muslimin merupakan sesuatu yang tak mungkin lagi dihindari.. Sebelum pertempuran benar-benar berlangsung, Muqauqis mengirim utusan kepada Amru binul Ash untuk melakukan perundingan. Panglima Amru binul Ash mengutus 10 orang Shahabat terkemuka yang dipimpin oleh Ubadah bin Shamit Radhiyallahu `anhu, Beliau adalah seorang yang sangat hitam, berpostur tinggi dan disegani.
Ketika utusan kaum Muslimin itu sampai, Muqauqis merasakan takut merasuki dirinya seraya berkata: "Jauhkan orang saya dari orang hitam ini – yang dimasud adalah Shahabat mulia Ubadah bin Shamit – dan suruh orang lain yang maju dan berbicara dengan saya."
Semua anggota delegasi kaum Muslimin berkata: "Laki-laki ini adalah seorang shahabat Nabi yang mulia. Beliau adalah yang paling alim diantara kami. Beliau diangkat menjadi pemimpin kami dan kami diperintah untuk merujuk kepada perkataan dan pendapatnya. Bagi kami orang hitam atau putih sama saja, hanya taqwa dan amal shalih seseorang yang dapat unggul dari yang lainnya."
Selanjutnya Muqauqis memberi isyarat kepada Ubadah bin Shamit untuk berbicara..Ubadah berkata: "Sesungguhnya dibelakang saya ada 1000 orang lagi Shahabat saya yang serupa dengan saya bahkan mereka lebih hitam dibanding saya. Kalau anda melihat mereka anda pasti lebih takut kepada mereka daripada saya.. Sungguh saya telah ditunjuk sebagai komandan dan saya telah meninggalkan semua kesenangan dunia. Namun demikian –dan segala puji hanya bagi Allah- saya tidak pernah takut berhadapan dengan 100 orang musuh meskipun mereka menyerang saya dalam waktu bersamaan..
Para Shahabat saya adalah orang-orang yang memiliki misi yang sama yaitu jihad fi sabilillah demi tegaknya kalimat Allah. Demi Allah.. Tidak seorangpun di antara kami yang peduli apakah ia memiliki segudang emas atau hanya memiliki satu dirham saja. Sungguh bagi kami kenikmatan duniawi bukanlah sebuah kenikmatan dan kemegahannya bukanlah kebanggaan. Itulah prinsip yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kami"
Penuturan lantang ini sangat berpengaruh dalam diri Muqauqis sehingga ucapan ini semakin membuat nyalinya menciut. Kemudian ia berkata kepada orang-orang yang ada disekelilingnya: "Saya prediksi bahwa orang-orang ini akan menguasai seluruh negeri di muka bumi ini"
Kemudian Muqauqis berkata: "Saya telah mendengar penuturan tuan, hanya saja saya masih yakin tujan kalian berperang hanyalah karena kecintaan kalian terhadap dunia. Pasukan Romawi dengan jumlah sangat banyak telah bergerak untuk memerangi kalian dan kami lebih memilih berdamai dengan kalian. Kami akan memberikan 2 dinar kepada setiap prajurit kalian, 100 dinar untuk setiap komandan kalian serta 1000 dinar untuk Khalifah kalian, ambillah semuanya dan kami tidak ingin melihat kalian dihancurkan oleh pasukan Romawi itu."
Ubadah bin Shamit menyadari bahwa itu hanyalah omong kosong dan tipu daya terhadap kaum Muslimin, sehingga mereka akan berdecak kagum dengan pemikiran matrealis yang menuhankan harta dan kekayaan.
Dengan semangat keislaman Ubadah bin Shamit yang mulia ini mengatakan: "Tuan, jangan sekali-kali tertipu dengan orang disekeliling anda. Ancaman yang anda ucapkan tidak akan pernah menyurutkan langkah kami. Harta anda yang melimpah takkan membuat kami berpaling, jika anda berperang hingga tetes darah kami yang terakhir hal itu justru lebih baik bagi kami, demi negeri akhirat kami dan itu lebih memungkinkan kami mendapatkan ridha Allah dan syurgaNya yang penuh kenikmatan..."
"Sepanjang hari, pagi dan petang setiap orang dari kami selalu berdoa dan memohon dengan penuh harap kepada Allah agar Dia menganugrahkan syahid dan agar Allah tidak mengembalikan setiap kami ke tanah air dan sanak keluarga.. Anda hanya punya tiga pilihan : Masuk Islam, membayar jizyah atau perang. Inilah yang diperintahkan Khalifah dan Komandan kami, demikian pula yang diperintah oleh Allah dan RasulNya kepada kami.." Lalu Muqauqis bertanya: " Tidak adakah pilihan selain tiga hal itu?"
Ubadah bin Shamit menunjukkan jari tangannya ke arah langit sambil berkata: " Demi Rabb langit, tidak ada lagi, pilihlah salah satu dari ketiga hal itu untuk kalian.."
Muqauqispun tunduk, akan tetapi para elite kepemimpinan lain tidak menerima, akhirnya mereka terjun dalam arena peperangan dengan semangat orang-orang yang kalah. Ketika kaum Muslimin berhasil menguasai benteng-benteng mereka di bawah kumandang Takbir, tahta kekaisaran Romawipun seolah berguncang hebat. Lalu, kecongkakan dan arogansi bangsa Romawipun hancur di tangan prajurit Muslim yang telah penuh ikhlas menjual nyawa dan hartanya untuk agama Allah dan kepentingan akhirat mereka.
Muqauqis berkomentar: "Jika kaum ini berhadapan dengan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi menjulang, niscaya mereka mampu melenyapkan gunung-gunung itu dari tempatnya"
Izzah Imaniyah seperti inilah yang mengantarkan kaum Muslimin ke puncak kejayaan, dulu, sekarang dan di masa yang akan datang.
Kaum Muslimin rahimakumullah...
Demikianlah khutbah ini, semoga Allah sampaikan kita di bulan Ramadhan tahun 1431 hijrah ini dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya mendapatkan kemenangan. Semoga Allah pilih kita menjadi orang-orang yang sukses di akhirat kelak, yakni dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin..
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم ......
 

13 April 2011

PANDUAN PUASA RAMADHAN


MUQADDIMAH


Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata : Telah bersabda  Rasulullah saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat  kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).

Artinya : Dirwayatkan dari 'Aisyah ra : Rasulullah saw. telah bersabda :  Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak.
(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).

Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari'at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Diantara cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.

Sabda Rasul saw. :
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, katanya : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu haji Wada' . Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Syaithan telah berputus asa ( dalam berusaha ) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia ridha apabila ( bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu , yangjika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan sunnah NabiNya. " ( HR. Hakim ).

Dengan demikian dapat difahami bagaimana Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi setan untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. "Diriwayatkan dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Setiap suatu kaum mengadakan Bid'ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan ) sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada mengadakan bid'ah" ( HR. Ahmad ).

Jadi, ketika amalan bid'ah ditimbulkan betapapun kecilnya, maka pada saat yang sama Sunnah telah dimusnahkan. Pada akhirnya lama kelamaan yang nampak dalam dien ini hanyalah perkara bid'ah sedangkan yang Sunnah dan original telah tertutup. Pada saat itulah ummat Islam akan menjadi lemah dan dikuasai musuh.
Insya Allah tak lama lagi kita akan menyambut kedatangan Ramadhan,dalam bulan yang penuh berkat ini kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan
sebulan penuh , yang mana hal tersebut merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Karenanya hal tersebut amat penting. Berkaitan dengan hal diatas, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menunaikan ibadah puasa ini sesempurna mungkin , benar-benar bebas dari bid'ah sesuai dengan panduan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw.

Untuk keperluan itulah dalam risalah yang sederhana ini diterangkan beberapa hal yang berkaitan dengan amaliah puasa Ramadhan, zakat fithrah, dan Shalat 'Ied
berdasarkan Nash-nash yang Shariih ( jelas ). Dalil - dalil dan KESIMPULAN dibuat agar mudah difahami antara hubungan amal dengan dalilnya. Dan -tak ada gading yang tak retak- kata pepatah, sudah barang tentu risalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk menuju kesempurnaannya bantuan dari pemakai amat diharapkan. Semoga risalah ini diterima oleh Allah sebagai Amal Shalih yang bermanfaat terutama di akhirat nanti. Amien.

I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA RAMADHAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).

2. "Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa... " ( Al-Baqarah
: 185).

3. " Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad ituadalah
utusan Allah. Mendirikan Shalat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari Muslim ).

4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin ' Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia berkata : Wahai Rasulullah beritakan
kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadhan. Lalu orang itu bertanya lagi : Adakah puasa lain yang diwajibkan atas
diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada, kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".

KESIMPULAN : Dari ayat-ayat dan hadits-hadits diatas, kita dapat mengambil pelajaran :

1. puasa Ramadhan hukumnya Fardu ‘Ain ( dalil 1, 2, 3 dan 4 ).
2. puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan (dalil no 1).


II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah
melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )

3. " Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari
Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk
memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku
hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".
Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,
maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).

6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary
Muslim).

KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :

1. Bulan Ramadhan adalah:
  • Bulan yang penuh Barakah.
  • Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
  • Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
  • Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
  • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
  • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
  • Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
  • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan  untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN


1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Saya
katakan : sesungguhnya saya telah melihat Hilal.  Maka beliau saw. puasa dan memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban).(Hadits Shahih).

2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat ru'yah dan berbukalah ( akhirilah puasa
Ramadhan ) dengan melihat ru'yah. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban selama Tiga Puluh hari.  "( HR. Bukhary
Muslim).

KESIMPULAN
  • Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
  • Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).
  • Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).
  • Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).

IV. RUKUN PUASA


1. "... dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian
sempurnakanlah puasa itu sampai malam...( AL-Baqarah :187).

2. "Adiy bin Hatim berkata : Ketika turun ayat ; artinya (...hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam...), lalu aku mengambil seutas benang hitam dan seutas benang putih, lalu kedua utas benang itu akau simpan dibawah bantalku. Maka pada waktu malam saya amati, tetapi tidak tampak jelas, maka saya pergi menemui Rasulullah saw. Dan saya ceritakan hal ini kepada beliau. Beliapun bersabda: Yang dimaksud adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar). " ( H.R. Bukhary Muslim).

3. "Allah Ta'ala berfirman : " Dan tidaklah mereka disuruh, kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlashkan ketaatan untukNya " ( Al-Bayyinah :5)

4. "Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat, dan setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkan." ( H.R
Bukhary dan Muslim).

5. "Diriwayatkan dari Hafshah , ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. : Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa
baginya ." (HR. Abu Dawud) Hadits Shahih.

KESIMPULAN:
Keterangan ayat dan hadit di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut :
a. Berniat sejak malam hari ( dalil 3,4 dan 5).
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ( Maghrib), ( dalil 1 dan 2).

V. YANG DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk puasa, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. " ( Al-Baqarah : 183)

2. "Diriwayatkan dari Ali ra., ia berkata : Sesungguhnya nabi saw telah bersabda : telah diangkat pena ( kewajiban syar'i/ taklif) dari tiga golongan .
- Dari orang gila sehingga dia sembuh - dari orang tidur  sehingga bangun - dari anak-anak sampai ia bermimpi / dewasa." ( H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan
Tirmidzi).

KESIMPULAN
Keterangan di atas mengajarkan kepada kita bahwa : yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah
baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.

VI. YANG DILARANG PUASA


1. "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haidh di masa Rasulullah saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak
diperintah mengqadha Shalat "( H.R Bukhary Muslim).

KESIMPULAN
Keterangan di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

VII. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN


1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi
keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang
menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia
berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki
kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan
supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)

2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat
AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi oran yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).

3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :
hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia
berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,
dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).

5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Diantara kami ada
yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"
(HR. Ahmad dan Muslim)

6. "Dari Jabir bin Abdullah : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pergi menuju ke Makkah pada waktu fathu Makkah, beliau puasa sampai ke Kurraa’il Ghamiim dan semua manusia yang menyertai beliau juga puasa. Lalu dilaporkan kepada beliau bahwa manusia yang menyertai beliau merasa berat , tetapi mereka tetap
puasa karena mereka melihat apa yang tuan amalkan (puasa). Maka beliau meminta segelas air lalu diminumnya. Sedang manusia melihat beliau, lalu
sebagian berbuka dan sebagian lainnya tetap puasa. Kemudian sampai ke telinga beliau bahwa masih ada yang nekad untuk puasa. Maka beliaupun bersabda : mereka itu adalah durhaka." (HR.Tirmidzy).

7. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup
membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih

8. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadhan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka
ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.

9. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang
menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadhan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).

KESIMPULAN: Pelajaran yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah : Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa  Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  2. Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.

Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak  lagi mampu mengerjakan puasa karena:
  1. Umurnya sangat tua dan lemah.
  2. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  3. Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  4. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  5. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan. ( dalil 2,7,8 dan 9).

VIII HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


1. "...dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam..." ( Al-Baqarah : 187).

2. "Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya nabi saw. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum " (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama'ah kecuali An-Nasai).

3. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa - maka tidak wajib qadha ( puasanya tetap sah ), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha ( puasanya batal ). ( H.R : Abu Daud dan At-Tirmidziy )

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah saw. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya
dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa ( Ramadhan ) sejak malam, maka tidak ada
puasa baginya. ( H.R : Abu Daud ) hadits shahih.

6. Telah bersabda Rasulullah saw: Bahwa sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat  ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah saya terlanjur menyetubuhi istri saya (di siang hari) padahal saya dalam keadaan puasa ( Ramadhan ), maka Rasulullah saw bersabda : Punyakah kamu seorang budak untuk dimerdekakan ? Ia menjawab : Tidak. Rasulullah saw bersabda : Mampukah kamu puasa dua bulan berturut-turut ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Beliau
bersabda lagi : Punyakah kamu persediaan makanan untuk memberi makan enam puluh orang miskin ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Lalu beliau diam, maka ketika kami dalam keadaan semacam itu, Rasulullah  datang dengan membawa satu keranjang kurma, lalu bertanya : dimana orang yang bertanya tadi ? ambilah
kurma ini dan shadaqahkan dia. Maka orang tersebut bertanya : Apakah kepada orang yang lebih miskin dari padaku ya Rasulullah ? Demi Allah tidak ada diantara
sudut-sudutnya ( Madinah ) keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka Nabi saw. lalu tertawa sampai terlihat gigi serinya kemudian bersabda :
Ambillah untuk memberi makan keluargamu. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

KESIMPULAN
Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas menerangkan kepada kita bahwa hal-hal yang dapat membatalkan puasa ( Ramadhan ) ialah sbb :
  • Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil : 2 )
  • Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil :3 )
  • Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka. (dalil : 5 dan 6 )
  • Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.( dalil : 7 )
  • Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib ).( dalil : 4 )

IX. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.

1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )

3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium ( istrinya ) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya (
tidak sampai bersetubuh ) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama'ah kecuali
Nasa'i) hadits shahih.

5. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat
Muslim ).

6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )
keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )

7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).

KESIMPULAN
Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :
  1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
  2. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh. (dalil : 1 )
  3. Berbekam pada siang hari. ( dalil : 3 )
  4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.( dalil 4 dan 5 )
  5. Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya. ( dalil : 6 )
  6. Disuntik di siang hari.
  7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.(dalil :7)

ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN.

1. Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. telah bersabda Rasulullah saw: Apabila malam sudah tiba dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sini, sedang
matahari sudah terbenam, maka orang yang puasa boleh berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Manusia ( ummat Islam ) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan
(menyegerakan) berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

3. Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )

4. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu puasa hendaklah berbuka dengan
kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. ( H.R : Ahmad dan At-Tirmidzi )

5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar : Adalah Nabi saw. selesai berbuka Beliau berdo'a (artinya) telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala
tetap ada Insya Allah. ( H.R : Ad-Daaruquthni dan Abu Daud hadits hasan )

6. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila makan malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum shalat Maghrib, janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu ( yang sudah terhidang ). ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :
Al-Bukhary )

8. Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma'di Yaqrib, dari Nabi saw. bersabda : Hendaklah kamu semua makan sahur, karena sahur adalah makanan yang penuh berkah. ( H.R : An-Nasa'i )

9. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat ( Shubuh ). saya berkata :
Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

10. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )

11. Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan hendaklah ia
menyelesaikan hajatnya ( makan/minum sahur )daripadanya. (H.R : Ahmad dan Abu Daud dan Al-Hakiem )

12. Diriwayatkan dari Abu Usamah ra. ia berkata : Shalat telah di'iqamahkan, sedang segelas minuman masih di tangan Umar ra. beliau  bertanya : Apakah ini boleh saya minum wahai Rasulullah ? Beliau r.a menjawab : ya, lalu ia meminumnya. ( H.R Ibnu Jarir )

13. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika
Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )

14. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (shalat malam ) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan
secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )

15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadhan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (
untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengumpuli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan
Muslim )

16. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadhan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )

17. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan
Ramadhan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya :
Beliau shalat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga
raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )

18. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka'at yang ringan,
kemudian shalat delapan raka'at, kemudian shalat witir. ( H.R : Muslim )

19. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka
Rasulullah r. menjawab : Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)

20. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu
beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka
berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang
menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami shalat ) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

21. Dari Ubay bin Ka'ab t. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. shalat witir dengan membaca : Sabihisma Rabbikal A'la )dan ( Qul ya ayyuhal kafirun)
dan (Qulhu wallahu ahad ). ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i dan Ibnu Majah )

22. Diriwayatkan dari Hasan bin Ali t. ia berkata : Rasulullah saw. telah mengajarkan kepadaku beberapa kata yang aku baca dalam qunut witir : ( artinya ) Ya
Allah berilah aku petunjuk beserta orang-orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan yang sempurna beserta orang yang telah engkau beri
kesehatan yang sempurna, pimpinlah aku beserta orang yang telah Engkau pimpin, Berkatilah untukku apa yang telah Engkau berikan, peliharalah aku dari apa yang
telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas Engkau, bahwa tidak akan hina siapa saja yang telah Engkau pimpin dan tidak akan mulia siapa saja yang Engkau musuhi. Maha agung Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

23. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :
Jama'ah )

24. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )

25. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Dinampakkan dalam mimpi seorang laki-laki bahwa lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh, maka
Rasulullah saw. bersabda : Sayapun bermimpi seperti mimpimu, ( ditampakkan pada sepuluh malam terakhir, maka carilah ia ( lailatul qadar ) pada malam-malam
ganjil. ( H.R : Muslim )

26. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )

27. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan
oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

28. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila hendak beri'tikaf, beliau shalat shubuh kemudian memasuki tempat
i'tikafnya.......... ( H.R :Jama'ah kecuali At-Tirmidzi )

29. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila beri'tikaf , beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, maka aku menyisirnya, dan adalah beliau tidak masuk ke rumah kecuali karena untuk memenuhi hajat manusia ( buang air, mandi dll...) ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

30. Allah ta'ala berfirman : ( artinya ) Janganlah kalian mencampuri mereka( istri-istri kalian ) sedang kalian dalam keadaan i'tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas ketentuan Allah, maka jangan di dekati...( Al-Baqarah : 187 )

31. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku
dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan
berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

32. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan
kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya
Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.

33. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar yang sering di panggil Ummu Sinan : Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji
bersama kami ? Ia menjawab : Keledai yang ada pada kami yang satu dipakai oleh ayahnya si fulan (suaminya ) untuk berhaji bersama anaknya sedang yang lain di pakai untuk memberi minum anak-anak kami. Nabi pun bersabda lagi : Umrah di bulan Ramadhan sama dengan mengerjakan haji atau haji bersamaku. ( H.R :Muslim)

34. Rasulullah sw. bersabda : Apabila datang bulan Ramadhan kerjakanlah  umrah karena umrah di dalamnya (bulan Ramadhan ) setingkat dengan haji. ( H.R : Muslim)

KESIMPULAN
Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam mengamalkan puasa Ramadhan kita perlu melaksanakan adab-adab  sbb :

1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib. ( dalil: 6 ) Sunnah berbuka adalah sbb :
  1. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat. ( dalil: 2,3 dan 4 )
  2. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu. ( dalil : 6 )
  3. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah. ( dalil: 5 )

2. Makan sahur. ( dalil : 7 dan 8 ) Adab-adab sahur :
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh. (dalil 9 dan 10 )
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur
karena sudah masuk waktu Shubuh. ( dalil 11 dan 12 ) * Imsak tidak ada sunnahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi'in.

3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an ( dalil : 13 )

4. Menegakkan shalat malam / shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir( 20 hb. sampai akhir
Ramadhan). (dalil : 14,15 dan 16 ) Cara shalat Tarawih adalah :
  1. Dengan berjama'ah. ( dalil : 19 )
  2. Tidak lebih dari sebelas raka'at yakni salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali  dan ditutup dengan witir tiga raka'at. ( dalil : 17 )
  3. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan. ( dalil : 18)
  4. Bacaan dalam witir : Raka'at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka't  kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga : Qulhuwallahu ahad. ( dalil : 21 )
  5. Membaca do'a qunut dalam shalat witir. ( dalil 22 )

5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat
beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada keampunan maka ampunilah aku. ( dalil : 25 dan 26 )

6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir. (dalil : 27 )
Cara i'tikaf :
a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid. ( dalil 28 )
b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak. ( dalil : 29 )
c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf. ( dalil : 30)

7. Mengerjakan umrah. ( dalil : 33 dan 34 )

8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran. (dalil : 31 dan 32 )

Maraji’ (Daftar Pustaka):

1. Al-Qur’anul Kariem
2. Tafsir Aththabariy.
3. Tafsir Ibnu Katsier.
4. Irwaa-Ul Ghaliel, Nashiruddin Al-Albani.
5. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq.
6. Tamaamul Minnah, Nashiruddin Al-Albani.

Oleh Ustadz Abu Rasyid